Selasa, 14 Maret 2017
Pada prinsipnya, penelitian keagamaan dapat mencakup hal-hal apa saja, dari doktrin normatif hingga praktik keseharian yang bersifat historis. Antara agama yang bersifat normatif-sakral dengan praktik keagamaan yang bersifat historis-profan, mempunyai hubungan yang tak dapat dipisahkan. Praktik keagamaan lahir dari tafsir terhadap agama, antara satu penafsiran dengan penafsiran yang lain bisa saja berbeda.
Penelitiaan keagamaan, dewasa ini, tidak lagi didominasi penelitian normatif sebagaimana banyak ditemukan dalam hasil penelitian yang lalu-lalu. Penelitian keagamaan tak lagi dilihat sebagai aktifitas mengkaji agama secara normatif, bicara hitam-putih, dan salah-benar. Agama sebagai realitas sosial, meliputi praktik, pemahaman, struktur bangunan, dan sebagainya dapat dijadikan obyek penelitian keagamaan. Jadi, yang perlu dipahami, penelitian keagamaan tak hanya terbatas pada persoalan haral-haram, namun juga mencakup praktik keseharian.
Lalu, bagaimana dengan penelitian keagamaan di Indonesia? Ke mana arah penelitian keagamaan di Indonesia masa depan? Apa saja isu-isu yang layak diteliti dan dikaji? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan terjawab pada hari Kamis, 16 Maret 2016.
Jare Instutute akan melaksanakan diskusi santai tapi berbobot, bertajuk “Bincang Santai” bersama salah satu peneliti senior LIPI, A. Najib Burhani. Najib akan membincang persoalan arah penelitian keagamaan di Indonesia. Untuk itu, bagi Anda yang ingin mengetahui jawaban-jawaban pertanyaan di atas, Jare Institute mengundang Anda untuk hadir ke acara tersebut. Bertempat di Virlib Perpustakaan STAIN Kediri, kegiatan ini akan dimulai pada jam 13.00 WIB.
http://www.jareinstitute.com/bincang-santai-jare-institute/
http://www.jareinstitute.com/bincang-santai-jare-institute/

No comments:
Post a Comment